| Dari Puing Gempa Menuju Unggulan |
|
|
|
| Friday, 21 September 2007 | ||||
Halaman 1 dari 2
Bukan saja karena lokasinya jauh dari pusat kota, tapi fasilitas belajarnya pun tidak mendukung menjadi sekolah unggulan. Bahkan, ketika terjadi gempa bumi! Mei 2006, sekolah itu rusak berat. Seluruh bangunan fisik dan fasilitas tidak layak lagi disebut sekolah.
"Proses belajar di sini sempat mandeg beberapa saat. Kemudian ketika dimulai lagi tidak bisa menempati ruangan kelas, tapi di tenda-tenda yang didirikan di halaman sekolah. Kondisi sepcrti itu kami jalani lebih kurang satu semester," ungkap Mudasir, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, kepada Jurnal Nasional.
"Prinsip utama program ini adalah kemitraan dan pemberdayaan. Dengan kemitraan diharapkan peningkatan kualitas dapat tercapai tanpa melambungkan biaya sekolah,” kata Yosafat Erie Setianto, Outreach Officer Putera Sampoerna Foundation (PSF), di
|
||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 31 October 2007 ) | ||||
| < Sebelumnya |
|---|
Pendidikan itu tiada akhir. Pendidikan bukanlah ketika Anda membaca buku, lulus ujian, dan menyelesaikan pendidikan. Sepanjang usia, sejak Anda dilahirkan dan meninggal, adalah proses pembelajaran.
Jiddu Krishnamurti