Sf-usp
Dari Puing Gempa Menuju Unggulan PDF Cetak E-mail
Friday, 21 September 2007
Indeks Artikel
Dari Puing Gempa Menuju Unggulan
Halaman 2

jurnas 070921 p.20.jpgYogyakarta (Jurnal Nasional: (21 September 2007) SMA Negeri 1 Pundong Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dulunya adalah  sekolah ndeso atau jika   meminjam istilah Tukul Arwana adalah katrok.

 

Bukan saja   karena lokasinya jauh dari pusat kota, tapi fasilitas belajarnya pun tidak mendukung menjadi sekolah unggulan. Bahkan,   ketika terjadi gempa bumi! Mei 2006, sekolah itu rusak berat.  Seluruh bangunan fisik dan fasilitas tidak layak lagi disebut sekolah.

 

"Proses belajar di sini sempat mandeg beberapa saat. Kemudian ketika dimulai lagi tidak bisa menempati ruangan kelas, tapi di tenda-tenda yang didirikan di halaman sekolah. Kondisi sepcrti itu kami jalani lebih kurang satu semester," ungkap Mudasir, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, kepada Jurnal Nasional.


Tapi kini, kesan sekolah ndeso sudah jauh ditinggalkan, meski tidak pindah lokasi fasilitas pendukung yang ada bisa disejajarkan dengan sekolah-sekolah di kota, bahkan sekolah unggulan sekalipun. Perpustakaan sekolah mengoleksi 10.000 eksemplar buku, laboratorium biologi, laboratorium kimia, laboratorium fisika, dan laboratorium bahasa adalah contoh yang dibanggakan sekolah dengan 463 siswa itu.


Adalah program Sampoerna Foundation United Schools Pro­gram (SF USP) yang mengangkat sekolah ndeso tersebut untuk ditingkatkan kualitasnya hingga setara dengan sekolah-sekolah nasional plus, namun tetap mempertahankan biaya murah. Lembaga ini menggandeng be­berapa pihak untuk program di SMA Negeri 1 Pundong, di antaranya PT HM Sampoerna yang membantu seluruh proses SF USP. Sedangkan perusahaan asuransi PT ACE INA insurance dalam pembelian fasilitas belajar.

 

"Prinsip utama program ini adalah kemitraan dan pemberdayaan. Dengan kemitraan diharapkan peningkatan kualitas dapat tercapai tanpa melambungkan biaya sekolah,” kata Yosafat Erie Setianto, Outreach Officer Putera Sampoerna Foundation (PSF), di
sela-sela peninjauan ke sekolah itu, Selasa (18/9), Program SF USP sudah mengadopsi 17 SMA Negeri di berbagai daerah, seperti SMAN 2 Sekayu (Sumsel), SMAN 5 Bukittinggi (Sumbar), SMAN 2 BalikpapanT SMAN 3 Depok (Jabar), SMAN 11 Bandung (Jabar), SMAN 4 Denpasar, SMAN 12 Makassar, dan SMAN 7 Manado. Selain itu dengan menggandeng Exxon-Mobil Oil Indonesia program SF USP mengadopsi SMAN 1 Syarntalira Aron, SMAN 1 Matangkuli, dan SMAN 1 Tanah Luas, seluruhnya di Aceh Utara.


Enam sekolah lain di Jatim dan DIY diadopsi dengan dukungan dana PT HM Sampoerna, yaitu SMAN 1 Pandaan (Pasuruan), SMAN 10 Malang, SMAN 13 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMAN 20 Surabaya, dan SMAN 1 Pundong.

 



Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 31 October 2007 )
 
< Sebelumnya

Food for Thought

 

Pendidikan itu tiada akhir. Pendidikan bukanlah ketika Anda membaca buku, lulus ujian, dan menyelesaikan pendidikan. Sepanjang usia, sejak Anda dilahirkan dan meninggal, adalah proses pembelajaran.

 

Jiddu Krishnamurti