Sf-usp
Pertanyaan umum tentang SF USP PDF Cetak E-mail
Wednesday, 11 July 2007
Indeks Artikel
Pertanyaan umum tentang SF USP
Halaman 2

clock.jpgBantuan apa sajakah yang diberikan SF USP?
Sampoerna Foundation United Schools Program menyediakan berbagai program pelatihan untuk berbagai sekolah mitra USP, seperti pelatihan untuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa, dll. Pengaruh program pelatihan ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah serta  kemampuan sekolah yang dibantu untuk menjadi panutan bagi sekolah lain di daerah sekitarnya.

 

 

Hal – hal apa sajakah yang menjadi target utama USP dalam pengembangan kualitas sekolah?

  • Kompetensi kepala sekolah
  • Pengembangan kemampuan guru
  • Manajemen sekolah yang efektif
  • Pengayaan kurikulum
  • Pengembangan kemampuan siswa
  • Pengembangan daya guna fasilitas di sekolah
  • Kerjasama dengan orang tua siswa
  • Pemaksimalan peran PEMDA dan DIKNASnya
  • Evaluasi efektifitas program

 

Apakah anda yakin USP bisa meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah tersebut?
Sebelum kami mengimplementasi program di sekolah, kami mengadakan diagnosis sekolah untuk mengevaluasi kelebihan, kekurangan, serta kebutuhan sekolah tersebut. Dengan ini kami dapat merancang target dan program yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kami juga memiliki ' key performance index' yang selalu digunakan untuk memonitor hasil program yang dirancang serta perubahan yang dihasilkan.

 

Sekolah seperti apa yang dibantu SF USP?
Sampoerna Foundation United Schools Program membantu Sekolah Menengah Atas Negeri yang memiliki peringkat menengah (sesuai data DIKNAS). Lain halnya dengan program yang disponsori perusahaan, perusahaan tersebut bebas memilih sekolah yg hendak dibantu. 

 



Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 03 January 2008 )
 

Food for Thought

 

Pendidikan itu tiada akhir. Pendidikan bukanlah ketika Anda membaca buku, lulus ujian, dan menyelesaikan pendidikan. Sepanjang usia, sejak Anda dilahirkan dan meninggal, adalah proses pembelajaran.

 

Jiddu Krishnamurti