Sf-usp
Kerjasama USP dengan sekolah PDF Cetak E-mail
Sunday, 24 June 2007
Indeks Artikel
Kerjasama USP dengan sekolah
Prosedur Pemilihan SMAN
Seleksi sekolah
Sekolah yang disponsori SF
Sekolah yang disponsori Perusahaan

 

 

Standard Operating Procedure (SOP) Sampoerna Foundation dalam memilih SMAN

 

1.1 Seleksi Mitra

 

pilihan_header_1.jpg1. Komitmen pemerintah kota/ kabupaten


Komitmen pemerintah kabupaten/ kota merupakan kriteria utama mengingat sasaran SMA yang akan dijadikan mitra adalah sekolah negeri yang dikelola oleh dinas pendidikan pemerintah kabupaten dan kota setempat. Selain itu, SF USP adalah program jangka panjang yang memerlukan komitmen jangka panjang dari pemerintah setempat.

Komitmen pemerintah kabupaten/ kota selain diwujudkan dalam bentuk tertulis, juga dalam wujud penyediaan gedung sekolah, fasilitas olahraga, seni, ruang terbuka dan fasilitas lain. Pemerintah kabupaten/ kota harus pula memastikan tersedianya kepala sekolah, guru dan karyawan lain dalam jumlah dan kemampuan yang cukup.

2. Adanya Rasio guru dan murid yang baik


SMAN yang memenuhi syarat harus memiliki rasio murid dan guru maksimum 20:1. Ukuran ini diperlukan untuk mengetahui seberapa banyak pemerintah kota/ kabupaten menyediakan guru untuk SMA tersebut. Jika rasio murid:guru terlalu besar, SMA akan kesulitan menjalankan KBMnya dengan baik.

3. Ketersediaan gedung dan fasilitas utama standar

 

SMAN yang diajukan harus memiliki gedung yang layak dan aman, lengkap dengan fasilitas standar, termasuk dalam hal ini: ruang guru, perpustakaan, ruang laboratorium biologi, kimia, fisika dan berbagai fasilitas dasar lainnya.

4. Ketersediaan manajemen sekolah dengan struktur standar

 

SMAN calon mitra SF USP harus memiliki manajemen sekolah dengan struktur baku: ada kepala sekolah dan beberapa wakil, kepala tata usaha serta bendahara.

5. Ketersediaan guru dengan tingkat pendidikan yang memadai


SMAN calon mitra SF USP harus memiliki guru yang umumnya berpendidikan sedikitnya S1 dan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

 

6. Keterwakilan geografis


Sekolah calon mitra SF USP ini hanya akan diwakili oleh satu SMAN di tiap propinsi. SMAN tersebut bisa berada di kota atau kabupaten yang memenuhi syarat menjadi mitra SF USP.

 

1.1.1 Seleksi Daerah

 

I. Seleksi Kelayakan Pemerintah Kabupaten


Sampoerna Foundation (SF) berhak menentukan jumlah propinsi yang dilibatkan dan kabupaten/ kota yang dipilih antara lain berdasarkan:


a. Peringkat HDI (Human Development Index)
b. Keterwakilan geografis
c. Keamanan
d. Aksesibilitas

                                                                                                 
SF akan mengirim surat undangan kepada dinas pendidikan masing-masing kabupaten/ kota untuk mengajukan proposal kemitraan SF USP. Format proposal dan daftar lampiran yang dibutuhkan akan dikirim bersama dengan undangan tersebut.

 

II. Seleksi Administrasi dan Proposal

 

Kabupaten/ kota yang diundang menjadi mitra SF USP diharuskan mengirimkan proposal dan dilengkapi surat pernyataan keinginan (letter of intent) yang harus ditandatangani oleh bupati/ walikota dan kepala dinas pendidikan.


Proposal harus dilengkapi data-data pendukung sebagaimana tercantum di panduan pengisian proposal.


Proposal juga harus menyertakan data maksimum tiga SMAN yang direkomendasikan menjadi sekolah mitra SF USP, berikut data-data yang dibutuhkan sebagaimana tercantum di panduan pengisian proposal. Masing-masing harus disertai surat pernyataan kesediaan menjadi sekolah mitra SF USP yang ditandatangani oleh kepala sekolah yang bersangkutan.


Proposal dan data sekolah harus dikirim ke SF sebelum batas akhir.


Tim seleksi SF akan memilih kandidat kabupaten/ kota berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan sepenuhnya menjadi hak SF. Keputusan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

 

III. Kunjungan Lapangan


Tim seleksi SF akan mengunjungi SMAN yang direkomendasikan oleh kandidat kabupaten/ kota yang dipilih.


Tim seleksi akan menilai masing-masing SMAN, berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan oleh SF.

 



Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 03 January 2008 )
 

Food for Thought

 

Pendidikan itu tiada akhir. Pendidikan bukanlah ketika Anda membaca buku, lulus ujian, dan menyelesaikan pendidikan. Sepanjang usia, sejak Anda dilahirkan dan meninggal, adalah proses pembelajaran.

 

Jiddu Krishnamurti